Akhirnya saya bisa aktif dalam kegiatan ketik-mengketik ini di saat menderita sakit cacar yang agak aneh yang muncul agak telat di usia setua ini. Walau, sebenarnya ada beberapa orang yang lebih tua lagi dari saya yang juga belum pernah kena cacar.
Cacar yang saya derita agak aneh. Dari seluruh ruam yang timbul, hanya 1 ruam yang melenting yang memang cacar, ini kata dokter langganan saya. Beliau bilang, ini memang mirip cacar tapi bukan cacar. Rasa gatal tidak terlalu, demam tidak tinggi, tidak begitu nyeri. Walau begitu, saya tetap percaya beliau sambil tetap meminta penyembuhan kepada Sang Maha Penyembuh..
Namun, yang paling berat dirasakan ketika muncul banyak sariawan di rongga mulut dan 2 buah sariawan yang lumayan besar di dinding belakang tenggorokan. Nafsu makan saya menurun drastis, bahkan berat badan turun sampai 4kg dalam waktu 4 hari..padahal di rumah ada pempek yang dibawa dari palembang, krupuk ikan, bubur kacang hijau, ikan pesmol, jeruk, ketan durian…
Saat seperti ini saya jadi teringat ketika menjenguk seorang sahabat di ICU RS Dharmais beberapa bulan yang lalu. Saya tertegun ketika melihat kondisi fisiknya yang hampir tidak saya kenali, menggunakan alat bantu nafas. Jangankan untuk makan walau dia merasakan lapar yang sangat..bahkan untuk bernafas pun sulit. Allah lebih sayang kepadanya..
Sejak itu saya memiliki prinsip baru : makanlah selagi bisa..jangan ditahan..tapi satu hal yang harus ditambahkan adalah jangan berlebihan..
